Sehubungan dengan judul khutbah tersebut diatas maka khutbah jum’at pada siang hari ini akan saya mulai dengan membacakan firman Allah swt surat Ali Imron ayat 97 yang berbunyi:
ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا
Lan utawi Allah swt sampun majib’aken. Majib’aken dumateng segenap kaum muslimin enggemeniko majib’aken pergi naik haji kebaitullah
ingkang dipun khusus’aken dumateng tiang ingkang mampu enggemeniko mampu melaksanakanya.Allah swt mewajibkan umat islam supaya pergi naik haji ke baitullah bagi yang mampu melaksanakannya. Dalam redaksi bahasa yang lain: mengerjakan ibadah haji itu hukumnya wajib bagi orang islam yang punya kemampuan yaitu mampu secara fasik dan mampu secara materi.
ingkang dipun khusus’aken dumateng tiang ingkang mampu enggemeniko mampu melaksanakanya.Allah swt mewajibkan umat islam supaya pergi naik haji ke baitullah bagi yang mampu melaksanakannya. Dalam redaksi bahasa yang lain: mengerjakan ibadah haji itu hukumnya wajib bagi orang islam yang punya kemampuan yaitu mampu secara fasik dan mampu secara materi.
Ayat ini isinya perintah kewajiban mengerjakan haji ke baitullah. Perintah Allah swt dalam ayat ini tidak berlaku secara umum tapi berlaku secara khusus.dalam arti kerjakanlah haji kalau memang mampu.kalau tidak mampu tidak wajib pergi naik haji.Haji itu termasuk salah satu dari rukun islam yang nomor lima antara lain:1.mengucapkan dua kalimah syahadat 2. mengerjakan sholat 3.mengeluarkan zakat 4. berpuasa pada bulan romadhon 5. mengerjakan haji ke baitullah.
Dari kelima rukun islam tersebut diatas yang paling mahal biayanya adalah mengerjakan haji.
1.mengucapkan dua kalimah syahadat tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji.
2.mengerjakan sholat 5 waktu tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji
3.mengeluarkan zakat biaya yang dikeluarkan nilainya tidak sebesar biaya haji.
4.berpuasa pada bulan romadlon juga tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji.
5.tetapi ibadah haji membutuhkan biaya yg besar 30 - 60 juta rupiah. Jadi tidak semua orang mampu melaksanakan ibadah haji karena biayanya mahal. Karena mahal maka ibadah yang satu ini hanya bisa dikerjakan orang islam yang punya uang sejumlah yang dibutuhkan. Inilah yang dimaksud dengan من استطاع اليه سبيلا . haji itu khusus bagi orang yang mampu mengerjakannya. Mampu disini pengertiannya orang itu harus punya uang yang banyak untuk membayar biaya perjalanan haji. Ukuran sekarang orang itu harus punya uang kurang lebihnya 35 juta rupiah. Jika orang islam sudah punya uang sebesar itu maka dia kena hukum wajib menunaikan ibadah haji. Sebaliknya jika orang islam belum mempunyai uang sebesar itu maka dia tidak kena hukum wajib haji.
5.tetapi ibadah haji membutuhkan biaya yg besar 30 - 60 juta rupiah. Jadi tidak semua orang mampu melaksanakan ibadah haji karena biayanya mahal. Karena mahal maka ibadah yang satu ini hanya bisa dikerjakan orang islam yang punya uang sejumlah yang dibutuhkan. Inilah yang dimaksud dengan من استطاع اليه سبيلا . haji itu khusus bagi orang yang mampu mengerjakannya. Mampu disini pengertiannya orang itu harus punya uang yang banyak untuk membayar biaya perjalanan haji. Ukuran sekarang orang itu harus punya uang kurang lebihnya 35 juta rupiah. Jika orang islam sudah punya uang sebesar itu maka dia kena hukum wajib menunaikan ibadah haji. Sebaliknya jika orang islam belum mempunyai uang sebesar itu maka dia tidak kena hukum wajib haji.
Sudara2 sekalian. setelah ayat ini diuraikan ternyata pada zaman Rosulullah saw ada sahabat yang komplen. Wahai Rosul kalau begitu dimanakah keadilan Tuhan terhadap hambanya yang miskin. Pahala haji itu hanya dimonopoli oleh orang-orang yang kaya saja. Hanya orang yang kaya saja yang bisa mendapatkan pahala haji karena mereka punya uang. Sementara orang-orang miskin tidak akan pernah mendapatkan pahala haji karena orang miskin tidak punya uang.
Jika orang kaya sholat aku bisa sholat, sehingga kami sama-sama bisa mendapatkan pahalanya sholat. Jika orang kaya puasa, aku bisa puasa sehingga kami sama-sama bisa mendapatkan pahalanya puasa. Akan tetapi jika orang kaya bisa pergi naik haji aku tidak bisa pergi naik haji. Akibatnya orang kaya bisa mendapatkan pahala haji tapi orang miskin tidak bisa mendapatkan pahala haji. Nah itu berarti orang kaya bisa masuk surga karena punya pahala haji terus bagaimana dengan orang miskin Nabi? Bisakah orang miskin masuk surga seperti Orang kaya yang memonopoli pahala.
Dengan komplen orang-orang miskin seperti itu maka Rosulullah saw memberikan jawaban. Hai orang-orang miskin! Kamu jangan pesimis bahwa orang miskin tidak bisa masuk surga karena orang miskin tidak punya pahala haji. Ketahuilah bahwa pahala haji itu bisa didapat orang kaya dan juga orang miskin. Artinya antara orang kaya dan orang miskin sama-sama bisa mendapatkan pahala ibadah haji Cumak caranya berbeda. Kalau orang kaya harus membayar 35 juta tapi orang miskin Cumak dengan puasa arofah 1 hari. Jadi dengan puasa arofah 1 hari pahalanya sama dengan membayar 35 juta. Nah seperti inilah keadilan Tuhan bagi orang kaya dan orang miskin perihal cara mendapatkan pahalanya ibadah Haji.
No comments:
Post a Comment