Photobucket

Tuesday, October 22, 2013

8 amal sholeh ingkang saged menghapus dosa-dosa kita
Bapak Muntaha.S.Ag,S.Pd


Terkait kalian judul khutbah meniko Allah swt berfirman dalam surat Annisa’ ayat 48.
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. Ayat kolowau merupakan peringatan keras sakeng gusti Allah bele dosa syirik itu termasuk dosa besar ingkang mboten saged dipun hapus kalian amal sholeh kados ingkang dipun maksud wonten ing judul khutbah meniko kecuali dengan bertaubat kepada Allah swt. Jadi amal sholeh sehebat apapun tidak akan bisa menghapus dosa syirik menawi pelakunipun meniko mboten bertaubat dumateng Allah swt. Lajeng ingkang dipun maksud amal sholeh ingkang saged menghapus dosa-dosa kita selain dosa syirik enggemeniko :
1.   Amal sholeh ingkang arupi sholat wajib. Ateges sholat wajib ingkang kito lampai meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
2.   Amal sholeh ingkang arupi menjawab adzan. Ateges menjawab adzan yang kita ucapkan  saat kita mendengarkan adzan meniko secara otomatis saged menghapus dosa-dosa kita.
3.   Amal sholeh ingkang arupi wudhu. Ateges wudhu ingkang kito lampai kanti sempurna meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
4.   Amal sholeh ingkang arupi sholat sunat sakmantunipun wudhu. Ateges sholat sunat sakmantunipun wudhu menawi kito lampai meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
5.   Amal sholeh ingkang arupi berdzikir setelah sholat. Ateges berdzikir setelah sholat menawi kito lampai dengan bertasbih 33x bertakhmid 33x dan bertakbir 33x maka semuanya berjumlah 99x dan apabila kita menggenapkanya menjadi 100 dengan mengucapkan
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شىء قدير
meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
6.   Amal sholeh ingkang arupi berjalan menuju masjid untuk berjamaah. Ateges berjalan menuju masjid untuk berjamaah meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
7.   Amal sholeh ingkang arupi menunggu waktu sholat. Ateges menunggu waktu sholat engge meniko waktu sholat lima waktu meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
8.   Amal sholeh ingkang arupi mengamini bacaan al-Fatihah imam. Ateges membaca Amin dibelakang imam sholat meniko secara otomatis saged mengahapus dosa-dosa kita.
Siapapun orangnya pasti tidak akan lepas dari berbuat dosa. Melalui uraian khutbah jum’at ini kita dapat pengetahuan bahwa dosa besar cara menghapusnya hanya dengan bertaubat kepada Allah swt sedangkan dosa kecil cara menghapusnya cukup dengan melakukan amal sholeh sebagaimana yang saya uraikan diatas. Dengan 8 amal sholeh ini kita berharap kepada Allah swt agar berkenan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lewat dan yang akan datang amin yarobbal alamin.

Saturday, April 27, 2013

Mempersiapkan anak menjadi qurrota a’yun



Oleh Bapak Muntaha,S.Ag, S.Pd
 
tûïÏ%©!$#ur šcqä9qà)tƒ $oY­u ó=yd $oYs9 ô`ÏB $uZÅ_ºurør& $oYÏG»­ƒÍhèŒur no§è% &úãüôãr& $oYù=yèô_$#ur šúüÉ)­FßJù=Ï9 $·B$tBÎ)
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(al-furqon:74)
Kata kunci yang saya ambil dari ayat ini sebagai materi khutbah saya adalaha kata qurrota a’yun. Dengan kata qurrota a’yun yang masih asli saya ambilkan dari bahasa al-quran ini membuat saya ingin berfikir untuk menunjukkan konsep  Al-quran bahwa ternyata anak-anak kita itu bisa kita persiapkan menjadi anak yang qurrota a’yun. Nah Melalui khutbah jumat ini saya ingin menjelaskan pengertian qurrata a’yun menurut beberapa ahli tafsir.
1.    Menurut tafsir ibnu katsir : qurrota a’yun artinya adalah anak yang taat dan patuh kepada Allah swt
2.    Menurut tafsir Ibnu Abbas: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan pandangan mata baik ketika didunia maupun diakhirot.
3.    Dan menurut tafsir Hasan Al-Bashri: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan hati karena taat dan patuh kepada Allah swt. Dari ketiga pengertian yang telah diberikan oleh para ahli tafsir tersebut diatas maka disini saya secara pribadi dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan qurrata a’yun adalah anak yang bisa menjadi penyejuk hati atau permata hati bagi kedua orang tuanya. Kalau begitu berarti qurrota a’yun itu anak yang menyenangkan hati bagi kedua orang tuanya dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya Saya membaca buku orang pintar. Pada dasarnya semua orang itu ingin memiliki anak yang qurrota a’yun dalam sebuah keluarga. Untuk mendapatkan anak yang qurrota ‘yun itu diibaratkan seperti membangun sebuah bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat itu tentu saja akan dimulai dengan membuat kerangka pondasi yang sangat kokoh yang nantinya mampu menopang bagian bangunan yang ada diatasnya. Demikian pula anak yang qurrota a’yun itu harus memiliki pondasi pendidikan agama yang sangat kuat dan kokoh ketika masih usia dini. Mengapa demikian? karena hal itu akan menjadi dasar dan penopang bagi perkembangan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Dari paparan khutbah yang seperti ini maka jelas bagi kita orang tua bahwa anak yang qurrota a’yun itu proses awalnya adalah dimulai dengan memberi  pondasi pendidikan agama yang kuwat bagi anak sejak usia dini sebab kalau tidak maka bangunan bertingkat itu akan roboh karena pondasinya kurang kuwat. Berarti anak sejak usia dini apabila tidak diberi pendidikan agama yang kuat itu sama dengan kita orang tua tidak mempersiapkan anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. Sebaliknya jika anak-anak kita sejak usia dini sudah kita beri pendidikan agama yang kuwat maka itu artinya sama dengan kita orang tua sudah mempersiapkan anak-anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. Berarti supaya anak-anak kita itu bisa menjadi qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama sejak usia dini sebagai pondasi untuk pedoman segala pijakan dalam hidup dan kehidupanya. Terkait dengan anak yang qurrota a’yun saya sempat mengadakan surve dan mengadakan penelitian terhadap orang tua yang memiliki anak yang cerdas pintar sukses berprestasi unggul dan selalu juara dalam olympiade suatu mata pelajaran. Saya menjadi cemburu dan selalu ingin tau apa yang diperbuat oleh orang tua sehingga mempunyai anak yang menyenangkan hati yang dalam bahasa al-qur’an disebut dengan istilah qurrota a’yun. Maka orang tua tersebut menjawab atas pertanyaan saya dengan jawaban sebagai berikut: alaikum bil jamaati waqiroatil qur’an. Artinya sampean harus rajin sholat berjamaah dan harus rajin membaca al-qur’an. Maka saya coba terapkan dua teori ini yaitu rajin sholat berjamaah dan rajin membaca al-qur’an dalam upaya untuk mendapatkan atau mempunyai anak yang qurrota a’yun. Walhasil Alhamdulillah apa yang saya harapkan telah menjelma sebuah kenyataan yaitu lahirnya anak yang qurrota a’yun dalam sebuah rumah tangga.
Kesimpulan khutbah saya: untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak anak kita agar supaya bisa menjadi anak yang qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama yang kuwat sejak usia dini karena pendidikan agama sejak usia dini itu dianggap sebagai pondasi dalam sebuah bangunan bertingkat. Jika pondasinya kuwat maka bangunan itu aka berdiri kokoh tapi jika tidak kuwat maka akan mudah runtuh dan mudah roboh. Maka jangan salah kita orang tua menyalurkan dan mendaftarkan pendidikan bagi anak-anaknya.sebab kalau salah mungkin saja anak kita bisa pintar tapi tidak bisa menjadi anak yang qurrota a’yun. Itulah bahasa alquran yang saya jabarkan dalam uraian khutbah khutbah ini semoga ada guna dan faedah.


Saturday, February 16, 2013

Sholat Istikharah

oleh Bapak Muntaha, S.Ag, S.Pd

 
Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah dan hanya kepada Allah segala urusan itu akan dikembalikan (Ali Imran : 109)
Diujung ayat ini terdapat kata al-umuuru yang artinya suatu urusan itulah kata yang akan saya jadikan rujukan dalam tema khutbah saya. Apabila kita punya suatu urusan yang mana suatu urusan itu kita tidak bisa menentukanya maka jalan keluarnya ialah kita harus melibatkan Allah swt melalui sholat istikharah. Kata istikharah berasal dari kata bahasa arab yang artinya secara etimology atau secara lughowi adalah meminta pilihan pada sesuatu. Dalam istilah ulama fiqh istikharah adalah berusaha memilih yang terbaik salah satu di antara dua hal yang dilakukan dengan cara shalat dan berdoa.Istikharah disini maksudnya adalah kita melakukan sholat sunat ialah sholat sunat yang kita lakukan dengan niat khusus yaitu niat untuk minta petunjuk kepada Allah  swt dalam menentukan suatu keputusan atau dalam menentukan suatu pilihan dari beberapa pilihan. Jadi orang muslim disuruh memohon petunjuk kepada Allah swt melalui jalur sholat istikharah dalam memutuskan suatu keputusan atau dalam memilih suatu pilihan. Jadi sholat istikharah itu dilakukan untuk memilih yang terbaik dari suatu pilihan. Ini berarti bahwa Allah swt itu sebagai sentral utama dalam sandaran segala keputusan dan pilihan. Karena pentingnya masalah ini maka Nabi Muhammad saw bersabda yang Artinya: “Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat”. (HR. Thabrani ). Dalam hadist yang lain Nabi Muhammad saw bersabda:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ
Rasulullah saw, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara /  urusan yang kami hadapi, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib, kemudian berdoalah…”. (HR. Al-Bukhari)
Hadirin kaum muslimin sidang jamaah sholat jumat rohimakumullah, dari hadist tersebut diatas kita tau bahwa Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada umatnya apabila kita menemui suatu perkara / urusan, maka hendaknya melakukan shalat istikharah. Jadi dengan jelas disini Nabi mengajarkan sholat istikharah dalam setiap perkara/urusan. Artinya bahwa jika kita punya pilihan yang ragu-ragu, jika kita punya pilihan yang tidak mantap atau jika kita punya pilihan yang kurang yakin maka konsep agama adalah dengan melakukan sholat istikharah. Jadi sholat istikharah itu merupakan solusi bagi orang islam untuk memohon petunjuk kepada Allah swt dalam menentukan suatu urusan, dalam menentukan suatu keputusan dan dalam menentukan suatu pilihan. Semoga dengan sholat istikharah kita diberi petunjuk oleh Allah swt dalam menentukan suatu pilihan. Sekian khutbah saya semoga ada guna dan faedah.