
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS.Al Baqarah:183)
Ayat meniko maringi pemahaman dumateng kito bele poso romadhon meniko hukumipun wajib, engge meniko wajib kangge tiang ingkang beriman. Dene tiang ingkang mboten beriman poso meniko mboten wajib. Menawi kados mekaten berarti tiang ingkang beriman meniko dipun perintah poso deneng gusti Allah selama satu bulan dalam setahun. Setahun sekali bulan romadhon itu pasti datang. Setahun sekali bulan romadhon itu pasti hadir ditenga-tenga kita. Nah Dalam hitungan hari setahun itu terhitung 360 hari. Jadi setiap 360 hari kita umat islam itu diwajibkan puasa oleh Allah swt selama 30 hari. Yang 330 hari kita bebas makan, kita bebas minum dan kita bebas berkumpul suami istri pada siang hari. Akan tetapi yang 30 hari dalam setahun kita dilarang keras oleh Allah swt yaitu dilarang makan dilarang minum dan dilarang berkumpul suami istri pada siang hari karena sedang berpuasa. Sejatinya perintah puasa ini adalah untuk mengukur bobot ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah swt. Bagi orang beriman yang menjalankan puasa maka orang itu akan mendapat gelar taqwa. Sebaliknya bagi orang islam yang tidak mau berpuasa maka dia itu akan mendapat gelar kafir. Baik itu gelar taqwa bagi orang yang berpuasa maupun gelar kafir bagi orang yang tidak mau berpuasa keduanya adalah sebuah pilihan, kita pilih yang gelar taqwa atau kita pilih yang gelar kafir. Jika kita pilih yang gelar taqwa maka konsekwensinya ialah kita harus berpuasa. Sebaliknya jika orang itu pilih gelar kafir maka jelas orang itu tidak perlu berpuasa.
Pertanyaanya sekarang adalah apa benar dibulan romadhon ini ada orang islam yang dengan sengaja tidak mau berpuasa? Bagi saya ini adalah pertanyaan cantik. Bagi saya ini adalah pertanyaan menarik untuk dijawab berdasarkan fakta-fakta dilapangan. Ternyata perintah Allah swt engge meniko perintah puasa dalam ayat tersebut diatas pada prakteknya tidak semua orang islam mau berpuasa. Faktanya banyak orang islam yang dengan sengaja dan dengan terang-terangan mereka tidak mau berpuasa meskipun itu yang menyuruh Allah swt. Kalau sudah demikian berarti orang yang semacam itu mengingkari perintah wajib puasa maka secara otomatis gelar yang akan mereka dapat bukanlah gelar taqwa melainkan gelar kafir.
Trus seandainya orang itu terpaksa mendapat gelar kafir lantaran tidak mau berpuasa kira-kira digambarkan seperti apa orang ini dalam pandangan agama? Inilah gambaranya: Rosulullah saw bersabda: Aku tau ditekani malaikat seraya berkata: Muhammad ayo melu aku. Tibak’e aku diajak pergi ke suatu tempat yaitu pergi ke gunung yang tinggi. Berkata malaikat: Wis Mad saiki awakmu munggao nang punite gunung kono. Aku katakan padanya: sesungguhnya aku tidak sanggup naik ke puncak gunung yang tinggi itu. Sudahlah naik saja Muhammad nanti saya bantu. Kata malaikat: dengan bantuan Malaikat akhirnya akupun bisa sampai naik kepuncak gunung yang tinggi itu. Ketika aku berada dipuncak gunung tau-tau disana banyak suara orang yang menangis teng jlerit teng jlerit. Karena dahsyatnya mereka menangis sampai mulutnya robek dan mengeluarkan darah. lalu aku bertanya siapakah mereka yang menangis itu? Malaikat menjawab: itu adalah suara tangisan, itu adalah suara jeritan bagi para penghuni neraka yang tidak mau berpuasa. Jadi orang yang tidak mau berpuasa pada bulan romadhon akan disiksa dalam neraka. Adapun bagi orang islam yang mau berpuasa dia akan mendapat gelar taqwa yang mana dengan gelar taqwa itu akan dapat mengantarkan dirinya menuju surga Allah yang telah dipersiapkan untuknya. Semoga puasa kita dapat meraih gelar taqwa sehingga kita punya harapan dapat memasuki surga Allah yang telah dijanjikan kepada kita. Amin yarobal alamin. Sekian khutbah saya..........