Photobucket

Friday, July 20, 2012

GELAR TAQWA DAN GELAR KAFIR

ayat16.jpg
 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS.Al Baqarah:183)
Ayat meniko maringi pemahaman dumateng kito bele poso romadhon meniko hukumipun wajib, engge meniko wajib kangge tiang ingkang beriman. Dene tiang ingkang mboten beriman poso meniko mboten  wajib. Menawi kados mekaten berarti tiang ingkang beriman meniko dipun perintah poso deneng gusti Allah selama satu bulan dalam setahun. Setahun sekali bulan romadhon itu pasti datang. Setahun sekali bulan romadhon itu pasti hadir ditenga-tenga kita. Nah Dalam hitungan hari setahun itu terhitung 360 hari. Jadi setiap 360 hari kita umat islam itu diwajibkan puasa oleh Allah swt selama 30 hari. Yang 330 hari kita bebas makan, kita bebas minum dan kita bebas berkumpul suami istri pada siang hari. Akan tetapi yang 30 hari dalam setahun kita dilarang keras oleh Allah swt yaitu dilarang makan dilarang minum dan dilarang berkumpul suami istri pada siang hari karena sedang berpuasa. Sejatinya perintah puasa ini adalah untuk mengukur bobot ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah swt. Bagi orang beriman yang menjalankan puasa maka orang itu akan mendapat gelar taqwa. Sebaliknya bagi orang islam yang  tidak mau berpuasa maka dia itu akan mendapat gelar kafir. Baik itu gelar taqwa bagi orang yang berpuasa maupun gelar kafir bagi orang yang tidak mau berpuasa keduanya adalah sebuah pilihan, kita pilih yang gelar taqwa atau kita pilih yang gelar kafir. Jika kita pilih yang gelar taqwa maka konsekwensinya ialah kita harus berpuasa. Sebaliknya jika orang itu pilih gelar kafir maka jelas orang itu tidak perlu berpuasa.
Pertanyaanya sekarang adalah apa benar dibulan romadhon ini ada orang islam yang dengan sengaja tidak mau berpuasa? Bagi saya ini adalah pertanyaan cantik. Bagi saya ini adalah pertanyaan menarik untuk dijawab berdasarkan fakta-fakta dilapangan. Ternyata perintah Allah swt engge meniko perintah puasa dalam ayat tersebut diatas pada prakteknya tidak semua orang islam mau  berpuasa. Faktanya banyak orang islam yang dengan sengaja dan dengan terang-terangan mereka tidak mau berpuasa meskipun itu yang menyuruh Allah swt. Kalau sudah demikian berarti orang yang semacam itu mengingkari perintah wajib puasa maka secara otomatis gelar yang akan mereka dapat bukanlah gelar taqwa melainkan gelar kafir.
Trus seandainya orang itu terpaksa mendapat gelar kafir lantaran tidak mau berpuasa kira-kira digambarkan seperti apa orang ini dalam pandangan agama? Inilah gambaranya: Rosulullah saw bersabda: Aku tau ditekani malaikat seraya berkata: Muhammad ayo melu aku. Tibak’e aku diajak pergi ke suatu tempat yaitu pergi ke gunung yang tinggi. Berkata malaikat: Wis Mad saiki awakmu munggao nang punite gunung kono. Aku katakan padanya: sesungguhnya aku tidak sanggup naik ke puncak gunung yang tinggi itu. Sudahlah naik saja Muhammad nanti saya bantu. Kata malaikat: dengan bantuan Malaikat akhirnya akupun bisa sampai naik kepuncak gunung yang tinggi itu. Ketika aku berada dipuncak gunung tau-tau disana banyak suara orang yang menangis teng jlerit teng jlerit. Karena dahsyatnya mereka menangis sampai mulutnya robek dan mengeluarkan darah. lalu aku bertanya siapakah mereka yang menangis itu? Malaikat menjawab: itu adalah suara tangisan, itu adalah suara jeritan bagi para penghuni neraka yang tidak mau berpuasa. Jadi orang yang tidak mau berpuasa pada bulan romadhon akan disiksa dalam neraka. Adapun bagi orang islam yang mau berpuasa dia akan mendapat gelar taqwa yang mana dengan gelar taqwa itu akan dapat mengantarkan dirinya menuju surga Allah yang telah dipersiapkan untuknya. Semoga puasa kita dapat meraih gelar taqwa sehingga kita punya harapan dapat  memasuki surga Allah yang telah dijanjikan kepada kita. Amin yarobal alamin. Sekian khutbah saya..........

Thursday, May 17, 2012

Orang kaya monopoli pahala haji




Sehubungan dengan judul khutbah tersebut diatas maka khutbah jum’at pada siang hari ini akan saya mulai dengan membacakan firman Allah swt surat Ali Imron ayat 97 yang berbunyi:
    ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا
Lan utawi Allah swt sampun majib’aken. Majib’aken dumateng segenap kaum muslimin enggemeniko majib’aken pergi naik haji kebaitullah
ingkang dipun khusus’aken dumateng tiang ingkang mampu enggemeniko mampu melaksanakanya.Allah swt mewajibkan umat islam supaya pergi naik haji ke baitullah bagi  yang mampu melaksanakannya. Dalam redaksi bahasa yang lain: mengerjakan ibadah haji itu hukumnya wajib bagi orang islam yang punya kemampuan yaitu mampu secara fasik dan mampu secara materi.
Ayat ini isinya perintah kewajiban mengerjakan haji ke baitullah. Perintah Allah swt dalam ayat ini tidak berlaku secara umum tapi berlaku secara khusus.dalam arti kerjakanlah haji kalau memang mampu.kalau tidak mampu tidak wajib pergi naik haji.Haji itu termasuk salah satu dari rukun islam yang nomor lima antara lain:1.mengucapkan dua kalimah syahadat 2. mengerjakan sholat 3.mengeluarkan zakat 4. berpuasa pada bulan romadhon 5. mengerjakan haji ke baitullah.

Dari kelima rukun islam tersebut diatas yang paling mahal biayanya adalah mengerjakan haji.
1.mengucapkan dua kalimah syahadat tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji.
2.mengerjakan sholat 5 waktu tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji
3.mengeluarkan zakat biaya yang dikeluarkan nilainya tidak sebesar biaya haji.
4.berpuasa pada bulan romadlon juga tidak membutuhkan biaya yang besar sebesar biaya haji.
5.tetapi ibadah haji membutuhkan biaya yg besar 30 - 60 juta rupiah. Jadi tidak semua orang mampu melaksanakan ibadah haji karena biayanya  mahal. Karena mahal maka ibadah yang satu ini hanya bisa dikerjakan orang islam yang punya uang sejumlah yang dibutuhkan. Inilah yang dimaksud dengan من استطاع اليه سبيلا . haji itu khusus bagi orang yang mampu mengerjakannya. Mampu disini pengertiannya orang itu harus punya uang yang banyak untuk membayar biaya perjalanan haji. Ukuran sekarang orang itu harus punya uang kurang lebihnya 35 juta rupiah. Jika orang islam sudah punya uang sebesar itu maka dia kena hukum wajib menunaikan ibadah haji. Sebaliknya jika orang islam belum mempunyai uang sebesar itu maka dia tidak kena hukum wajib haji.

Sudara2 sekalian. setelah ayat ini diuraikan ternyata pada zaman Rosulullah saw ada sahabat yang komplen. Wahai Rosul kalau begitu dimanakah keadilan Tuhan terhadap hambanya yang miskin. Pahala haji itu hanya dimonopoli oleh orang-orang yang kaya saja. Hanya orang yang kaya saja yang bisa mendapatkan pahala haji karena mereka punya uang. Sementara orang-orang miskin tidak akan pernah mendapatkan pahala haji karena orang miskin tidak punya uang. 

Jika orang kaya sholat aku bisa sholat, sehingga kami sama-sama bisa mendapatkan pahalanya sholat. Jika orang kaya puasa, aku bisa puasa sehingga kami sama-sama bisa mendapatkan pahalanya puasa. Akan tetapi jika orang kaya bisa pergi naik haji aku tidak bisa pergi naik haji. Akibatnya orang  kaya bisa mendapatkan pahala haji tapi orang miskin tidak bisa mendapatkan pahala haji. Nah itu berarti orang kaya bisa masuk surga karena punya pahala haji terus bagaimana dengan orang miskin Nabi? Bisakah orang miskin masuk  surga seperti Orang kaya yang memonopoli pahala.

Dengan komplen orang-orang miskin seperti itu maka Rosulullah saw memberikan jawaban. Hai orang-orang miskin! Kamu jangan pesimis bahwa orang miskin tidak bisa masuk surga karena orang miskin tidak punya pahala haji. Ketahuilah bahwa pahala haji itu bisa didapat orang kaya dan juga orang miskin. Artinya antara orang kaya dan orang miskin sama-sama bisa mendapatkan pahala ibadah haji Cumak caranya berbeda. Kalau orang kaya harus membayar 35 juta tapi  orang miskin Cumak dengan puasa arofah 1 hari. Jadi dengan puasa arofah 1 hari pahalanya sama dengan membayar 35 juta. Nah seperti inilah keadilan Tuhan bagi orang kaya dan orang miskin perihal cara mendapatkan pahalanya ibadah Haji. 

Wednesday, May 16, 2012

3 Keajaiban Nabi Isa as



قال إنّى عبد الله أتاني الكتاب وجعلنى نبيّا # وجعلنى مباركا أين ما كنت وأوصانى با الصلوة والزكوة مادمت حيّا#

Berkata Isa: sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku kitab Injil dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada dan Dia memerintahkan aku mendirikan sholat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (QS.Al-maryam 30-31)

Hadirin sidang jamah sholat jumat yang berbahagia. Dipenghujung tahun ini kita umat Islam selalu diingatkan dengan keajaiban keajaiban Nabi Isa as. Nabi Isa itu nabi yang ajaib sehingga menurut keyakinan orang kristen nabi isa itu dianggap sebagi  Tuhan. Namun menurut keyakinan orang islam nabi isa itu bukanlah diyakini sebagai Tuhan melainkan diyakini sebagai Rasul Allah atau pesuruh Allah swt. Memang nabi isa itu ajaib tapi dia bukanlah Tuhan melainkan seorang Nabi. Seperti apakah keajaiban nabi Isa itu? Melalui presentasi khutbah jum’at ini saya paparkan 3 keajaiban nabi isa as.
1.Keajaiban nabi isa yang pertama adalah dia lahir tanpa ayah. Disaat itu banyak orang yang tidak percaya karena tidak masuk akal sehingga ibunya Maryam yang mengandung dituduh seorang penzina. Bagaimana seorang perempuan tidak punya suami kok bisa mengandung itu pasti berzina dengan laki laki lain. Tuduhan masyarakat itu masuk akal sehingga Maryam tidak bisa menjawab dan memutuskan melarikan diri atau mengasingkan diri dari kampung halamanya.
2.Keajaiban nabi isa yang kedua adalah dia bisa berbicara disaat masih bayi. Ketika Maryam berhasil melahirkan Nabi Isa dia masih sedih dan kebingungan bagaimana bisa menjelaskan kepada masyarakat atas tuduhan bahwa dirinya adalah wanita penzina. Tiba-tiba dengan spontan nabi isa yang masih bayi kecil itu bisa berbicara, wahai ibuku janganlah sedih dan susah nanti aku yang akan menjelaskan kepada masyarakat bahwa ibu adalah wanita sholeh bukan wanita penzina. Disaat Maryam pulang ke kampung halamanya dengan membawa bayinya tidak urung dia dihujani pertanyaan oleh kaumnya. Hai Maryam bayi yang kamu gendong itu anak siapa dan dimana ayahnya ? bukankah kamu itu masih prawan kok bisa punya anak pasti kamu telah berzina dengan laki-laki lain. Maryam menjawab, Hai kaumku janganlah kamu bertanya kepada saya sebab kamu pasti tidak akan percaya dengan penjelasan saya tapi bertanyalah sendiri kepada bayi yang saya gendong ini. Kaumnya membantah: Mana mungkin ada seorang bayi bisa diajak bicara maka dengan izin Allah nabi isa langsung bisa berbicara dengan tagas lantang dan meyakinkan. Janganlah saudara saudara ini menuduh ibuku seorang penzina, ibuku adalah seorang wanita sholeh dan bukanlah wanita penzina seperti yang kalian tuduhkan.  Orang orang yang mendengarkan penjelasan nabi Isa disaat itu langsung tercengang atas keajaiban ini dimana ada seorang bayi bisa berbicara dengan tegas lantang dan menyakinkan. Bahkan walaupun masih di dalam buaian ibunya ia sempat berdakwah berpidato kepada kaumnya menyeru mereka kepada Allah, Tuhan yang Maha Satu: Jelas dan terang ungkapan mulut Nabi ‘Isa a.s. walaupun masih bayi dan sekaligus menolak dakwaan kaumnya yang menuduh ibunya yang suci itu melakukan perbuatan yang terkutuk.
3.Keajaiban yang ketiga adalah disaat dia mati tidak dikubur seperti manusia pada umumnya sebab kematian nabi isa langsung diangkat oleh Allah keatas langit sehingga kematianya tanpa kuburan. Jadi nabi isa itu prosen lahirnya ajaib proses kematianya juga ajaib.

Kesimpulan khutbah saya: cerita nabi isa lahir tanpa ayah, cerita nabi isa bisa berbicara disaat masih bayi, cerita nabi isa tidak dikubur tapi diangkat kelangit semuanya itu cerita yang tidak rasional cerita yang tidak masuk akal oleh akal manusia. Meskipun tidak masuk  akal tapi oleh karena yang berbicara itu al-qur’an maka kita orang islam wajib meyakini dan mempercayai keajaiban keajaiban itu sebagai bukti bahwa Allah itu maha kuasa atas segala kehendaknya. Semoga umat islam bisa mengambil manfaat atas keajaiban keajaiban tersebut diatas.


Tuesday, May 15, 2012

Komunikasi antara penghuni surga dan neraka



ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفضوا علينا من الماء أو ممّا رزقكم الله قالوا إنّ الله حرّمهما على الكفرين

Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A’raf : 50)

Ayat ini menggambarkan bahwa penghuni surga bisa berkomunikasi dengan penghuni neraka, demikian pula sebaliknya! Penghuni neraka bisa berkomunikasi dengan penghuni surga. Melalui khutbah jumat ini saya akan menjelaskan secara singkat apa isi komunikasinya dan bagaimana kok bisa sampai terjadi komunikasi antara keduanya yakni penghuni neraka dan penghuni surga. Sebuah pemikiran yang menarik buat saya untuk dijadikan bahan khutbah yang profesional.

Baik penghuni surga maupun penghuni neraka keduanya hidup dalam satu alam yang sama yaitu alam akherat. Hukum alam akhirat yang berlaku bagi penghuni surga itu berbeda dengan hukum alam akherat yang berlaku bagi penghuni neraka. Penghuni surga merasakan alam akherat sebagai kenikmatan surga sedangkan penghuni neraka merasakan alam akhirat sebagi siksa neraka. Karena hukum alam akherat yang berlaku bagi keduanya berbeda maka bisa terjadi skenario sebagai  berikut:Penghuni neraka berkata: nae seh icip kiro-kiro kepiye seh rasane banyu suargo iku. Rasane Segere koyok opo utowo nikmate koyok opo! Ini suatu gambaran bele Penghuni neraka iku duweni roso kemecer kepengen ngrasakno rasane banyu ngombe songko suwarga dan kepengen grasakno rasane panganan songko suwargo. Banjur melakukan komunikasi interaksi,dan sosialisasi dengan penghuni surga.

Penghuni surga menjawab: lhe senajan icip iku gak oleh opo mane ngumbeh sak warek’ke sebab Allah telah mengharamkan makanan dan minunam suraga buat penghuni neraka. Tapi ada tafsir yang mengatakan penghuni surga itu benar2 memberikan air surga kepada penghuni neraka namun setelah diminum rasanya berubah, air tersebut menjadi umep dan panas mendidih yang dahsyat. Jadi air surga akan terasa seperti air neraka bagi penghuni neraka yang meminumnya. Dalam kata lain  Air surga apabila diminum penghuni surga akan terasa nikmat tapi air surga apabila diminum penghuni neraka akan terasa panas mendidih yang tiada tara. Mengapa kok bisa begitu karena hukum alam akherat bagi penghuni surga dan bagi penghuni neraka itu berbeda.

Selanjutnya Nabi pernah ditanya sahabat: Nabi saya tadi mendengar suara keras. Suaranya apa itu? Nabi menjawab: oh itu suaranya batu yang dijatuh malaikat dari atas neraka dan 70 tahun lamanya baru terjatuh didasar neraka. Ini menggambarkan bahwa neraka itu dalam ,luas dan lebar. Yang berarti jauh dari surga: kalau jauh trus bagaimana bisa terjadi berkomunikasi? Pada saat saya kelas 1 Aliyah saya sempat bertanya kepada guru saya. Surga dan neraka itu jauh tapi penghuninya bisa berkomunikasi bagimana itu bisa terjadi? Guru saya menjawab: kalau Allah yang menghendaki apapun bisa terjadi. Yang memuaskan pertanyaan saya bukan jawaban guru saya tetapi internet. Saya punya teman yang bekerja diberbagai belahan dunia. Di arab saudi, di abu dabi, di taiwan,di hongkong di malaysia meskipun mereka jauh tapi kami bisa berkomunikasi dengan melihat orangnya dan suaranya.

Kesimpulan khutbah saya: oh ternyata skenario manusia itu sudah bisa membuat manusia bisa berkomunikasi tanpa batas apalagi skenario Allah yang akan diberlakukana dialam akherat nanti, tentu akan lebih canggih dari bikinan manusia. Kalau ingin hidup bahagia dialam akherat jalan surga harus dipilih. Kalau ingin hidup sengsara dialam akherat jalan neraka harus dipilih. Silahkan anda memilih. Memilih surga atau memilih neraka terserah. Sekian khutabah saya semoga ada guna dan faedah.

Sunday, May 13, 2012

Mempersiapkan anak menjadi qurrota a’yun


والذين يقولوان ربّنا هب لنا من أزواجنا وذرّيتنا قرّة أعين واجعلنا للمتفين إماما
 
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(al-furqon:74)
Kata kunci yang saya ambil dari ayat ini sebagai materi khutbah saya adalaha kata qurrota a’yun. Dengan kata qurrota a’yun yang masih asli saya ambilkan dari al-quran ini membuat saya ingin berfikir untuk menunjukkan konsep  Al-quran bahwa ternyata anak-anak kita itu bisa kita persiapkan menjadi anak yang qurrota a’yun. Nah Melalui khutbah jumat ini saya ingin menjelaskan pengertian qurrata a’yun menurut beberapa ahli tafsir.
1.    Menurut ibnu katsir : qurrota a’yun artinya adalah anak yang taat dan patuh kepada Allah swt.
2.    Menurut Ibnu Abbas: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan pandangan mata didunia dan akhirot.
3.    Dan menurut Hasan Al-Bashri qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan hati karena taat kepada Allah swt. Dari ketiga pengertian yang telah diberikan oleh para ahli tafsir tersebut diatas maka disini saya secara pribadi dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan qurrata a’yun adalah anak yang bisa menjadi penyejuk hati atau permata hati bagi kedua orang tuanya. Kalau begitu berarti qurrota a’yun itu anak yang menyenangkan hati bagi kedua orang tuanya dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya Saya membaca buku orang pintar. Pada dasarnya semua orang itu ingin memiliki anak yang qurrota a’yun dalam sebuah keluarga. Untuk mendapatkan anak yang qurrota ‘yun itu diibaratkan seperti membangun sebuah bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat itu tentu saja akan dimulai dengan membuat kerangka pondasi yang sangat kokoh yang nantinya mampu menopang bagian bangunan yang ada diatasnya. Demikian pula anak yang qurrota a’yun itu harus memiliki pondasi pendidikan agama yang sangat kuat dan kokoh ketika masih usia dini. Mengapa demikian? karena hal itu akan menjadi dasar dan penopang bagi perkembangan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
Dari paparan khutbah yang seperti ini maka jelas bagi kita orang tua bahwa anak yang qurrota a’yun itu proses awalnya adalah dengan memberi  pondasi pendidikan agama yang kuwat bagi anak sejak usia dini sebab kalau tidak maka bangunan bertingkat itu akan roboh karena pondasinya kurang kuwat. Berarti anak sejak usia dini apabila tidak diberi pendidikan agama yang kuat itu sama dengan kita orang tua tidak mempersiapkan anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. 
Terkait dengan qurrota a’yun ada seorang ibu dari Jombang menelpon pengajian agama di TVRI. Ustadz anak saya tidak diterima disekolah favorit maksudnya tidak diterima di sekolah negeri akhirnya saya sekolahkan dipondok tapi dipondok pelajaran umumnya cumak sedikit apa anak saya nanti bisa mengerjakan soal ujian nasional? Ustadz menjawab: bu aku dewe biyen iku yo sekolah dek pondok, nyatane aku yo lulus ujian nasional. Nyatane aku saiki yo lulus s1 s2 s3. Nyatane aku saiki yo iso ngulang, iso dadi dosen yo iso dadi uwong koyok uwong malah dicontokno,bu  gusdur iku yo lulusan pondok  nyatane yo iso dadi president.
Kesimpulan khutbah saya: untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak anak kita agar supaya bisa menjadi anak yang qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama yang kuwat sejak usia dini karena pendidikan agama sejak usia dini itu dianggap sebagai pondasi dalam sebuah bangunan bertingkat. Jika pondasinya kuwat maka bangunan itu aka berdiri kokoh tapi jika tidak kuwat maka akan akan runtuh. Maka jangan salah kita orang tua menyalurkan dan mendaftarkan pendidikan bagi anak-anaknya.sebab kalau salah mungkin saja bisa pintar tapi tidak bisa menjadi anak yang qurrota a’yun. Itulah bahasa alquran yang saya jabarkan dalam uraian khutbah semoga ada guna dan faedah.