ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفضوا علينا من الماء أو ممّا رزقكم الله قالوا إنّ الله حرّمهما على الكفرين
Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (Al-A’raf : 50)
Ayat ini menggambarkan bahwa penghuni surga bisa berkomunikasi dengan penghuni neraka, demikian pula sebaliknya! Penghuni neraka bisa berkomunikasi dengan penghuni surga. Melalui khutbah jumat ini saya akan menjelaskan secara singkat apa isi komunikasinya dan bagaimana kok bisa sampai terjadi komunikasi antara keduanya yakni penghuni neraka dan penghuni surga. Sebuah pemikiran yang menarik buat saya untuk dijadikan bahan khutbah yang profesional.
Baik penghuni surga maupun penghuni neraka keduanya hidup dalam satu alam yang sama yaitu alam akherat. Hukum alam akhirat yang berlaku bagi penghuni surga itu berbeda dengan hukum alam akherat yang berlaku bagi penghuni neraka. Penghuni surga merasakan alam akherat sebagai kenikmatan surga sedangkan penghuni neraka merasakan alam akhirat sebagi siksa neraka. Karena hukum alam akherat yang berlaku bagi keduanya berbeda maka bisa terjadi skenario sebagai berikut:Penghuni neraka berkata: nae seh icip kiro-kiro kepiye seh rasane banyu suargo iku. Rasane Segere koyok opo utowo nikmate koyok opo! Ini suatu gambaran bele Penghuni neraka iku duweni roso kemecer kepengen ngrasakno rasane banyu ngombe songko suwarga dan kepengen grasakno rasane panganan songko suwargo. Banjur melakukan komunikasi interaksi,dan sosialisasi dengan penghuni surga.
Penghuni surga menjawab: lhe senajan icip iku gak oleh opo mane ngumbeh sak warek’ke sebab Allah telah mengharamkan makanan dan minunam suraga buat penghuni neraka. Tapi ada tafsir yang mengatakan penghuni surga itu benar2 memberikan air surga kepada penghuni neraka namun setelah diminum rasanya berubah, air tersebut menjadi umep dan panas mendidih yang dahsyat. Jadi air surga akan terasa seperti air neraka bagi penghuni neraka yang meminumnya. Dalam kata lain Air surga apabila diminum penghuni surga akan terasa nikmat tapi air surga apabila diminum penghuni neraka akan terasa panas mendidih yang tiada tara. Mengapa kok bisa begitu karena hukum alam akherat bagi penghuni surga dan bagi penghuni neraka itu berbeda.
Selanjutnya Nabi pernah ditanya sahabat: Nabi saya tadi mendengar suara keras. Suaranya apa itu? Nabi menjawab: oh itu suaranya batu yang dijatuh malaikat dari atas neraka dan 70 tahun lamanya baru terjatuh didasar neraka. Ini menggambarkan bahwa neraka itu dalam ,luas dan lebar. Yang berarti jauh dari surga: kalau jauh trus bagaimana bisa terjadi berkomunikasi? Pada saat saya kelas 1 Aliyah saya sempat bertanya kepada guru saya. Surga dan neraka itu jauh tapi penghuninya bisa berkomunikasi bagimana itu bisa terjadi? Guru saya menjawab: kalau Allah yang menghendaki apapun bisa terjadi. Yang memuaskan pertanyaan saya bukan jawaban guru saya tetapi internet. Saya punya teman yang bekerja diberbagai belahan dunia. Di arab saudi, di abu dabi, di taiwan,di hongkong di malaysia meskipun mereka jauh tapi kami bisa berkomunikasi dengan melihat orangnya dan suaranya.
Kesimpulan khutbah saya: oh ternyata skenario manusia itu sudah bisa membuat manusia bisa berkomunikasi tanpa batas apalagi skenario Allah yang akan diberlakukana dialam akherat nanti, tentu akan lebih canggih dari bikinan manusia. Kalau ingin hidup bahagia dialam akherat jalan surga harus dipilih. Kalau ingin hidup sengsara dialam akherat jalan neraka harus dipilih. Silahkan anda memilih. Memilih surga atau memilih neraka terserah. Sekian khutabah saya semoga ada guna dan faedah.
Ayat ini menggambarkan bahwa penghuni surga bisa berkomunikasi dengan penghuni neraka, demikian pula sebaliknya! Penghuni neraka bisa berkomunikasi dengan penghuni surga. Melalui khutbah jumat ini saya akan menjelaskan secara singkat apa isi komunikasinya dan bagaimana kok bisa sampai terjadi komunikasi antara keduanya yakni penghuni neraka dan penghuni surga. Sebuah pemikiran yang menarik buat saya untuk dijadikan bahan khutbah yang profesional.
Baik penghuni surga maupun penghuni neraka keduanya hidup dalam satu alam yang sama yaitu alam akherat. Hukum alam akhirat yang berlaku bagi penghuni surga itu berbeda dengan hukum alam akherat yang berlaku bagi penghuni neraka. Penghuni surga merasakan alam akherat sebagai kenikmatan surga sedangkan penghuni neraka merasakan alam akhirat sebagi siksa neraka. Karena hukum alam akherat yang berlaku bagi keduanya berbeda maka bisa terjadi skenario sebagai berikut:Penghuni neraka berkata: nae seh icip kiro-kiro kepiye seh rasane banyu suargo iku. Rasane Segere koyok opo utowo nikmate koyok opo! Ini suatu gambaran bele Penghuni neraka iku duweni roso kemecer kepengen ngrasakno rasane banyu ngombe songko suwarga dan kepengen grasakno rasane panganan songko suwargo. Banjur melakukan komunikasi interaksi,dan sosialisasi dengan penghuni surga.
Penghuni surga menjawab: lhe senajan icip iku gak oleh opo mane ngumbeh sak warek’ke sebab Allah telah mengharamkan makanan dan minunam suraga buat penghuni neraka. Tapi ada tafsir yang mengatakan penghuni surga itu benar2 memberikan air surga kepada penghuni neraka namun setelah diminum rasanya berubah, air tersebut menjadi umep dan panas mendidih yang dahsyat. Jadi air surga akan terasa seperti air neraka bagi penghuni neraka yang meminumnya. Dalam kata lain Air surga apabila diminum penghuni surga akan terasa nikmat tapi air surga apabila diminum penghuni neraka akan terasa panas mendidih yang tiada tara. Mengapa kok bisa begitu karena hukum alam akherat bagi penghuni surga dan bagi penghuni neraka itu berbeda.
Selanjutnya Nabi pernah ditanya sahabat: Nabi saya tadi mendengar suara keras. Suaranya apa itu? Nabi menjawab: oh itu suaranya batu yang dijatuh malaikat dari atas neraka dan 70 tahun lamanya baru terjatuh didasar neraka. Ini menggambarkan bahwa neraka itu dalam ,luas dan lebar. Yang berarti jauh dari surga: kalau jauh trus bagaimana bisa terjadi berkomunikasi? Pada saat saya kelas 1 Aliyah saya sempat bertanya kepada guru saya. Surga dan neraka itu jauh tapi penghuninya bisa berkomunikasi bagimana itu bisa terjadi? Guru saya menjawab: kalau Allah yang menghendaki apapun bisa terjadi. Yang memuaskan pertanyaan saya bukan jawaban guru saya tetapi internet. Saya punya teman yang bekerja diberbagai belahan dunia. Di arab saudi, di abu dabi, di taiwan,di hongkong di malaysia meskipun mereka jauh tapi kami bisa berkomunikasi dengan melihat orangnya dan suaranya.
Kesimpulan khutbah saya: oh ternyata skenario manusia itu sudah bisa membuat manusia bisa berkomunikasi tanpa batas apalagi skenario Allah yang akan diberlakukana dialam akherat nanti, tentu akan lebih canggih dari bikinan manusia. Kalau ingin hidup bahagia dialam akherat jalan surga harus dipilih. Kalau ingin hidup sengsara dialam akherat jalan neraka harus dipilih. Silahkan anda memilih. Memilih surga atau memilih neraka terserah. Sekian khutabah saya semoga ada guna dan faedah.
No comments:
Post a Comment