Photobucket

Saturday, April 27, 2013

Mempersiapkan anak menjadi qurrota a’yun



Oleh Bapak Muntaha,S.Ag, S.Pd
 
tûïÏ%©!$#ur šcqä9qà)tƒ $oY­u ó=yd $oYs9 ô`ÏB $uZÅ_ºurør& $oYÏG»­ƒÍhèŒur no§è% &úãüôãr& $oYù=yèô_$#ur šúüÉ)­FßJù=Ï9 $·B$tBÎ)
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(al-furqon:74)
Kata kunci yang saya ambil dari ayat ini sebagai materi khutbah saya adalaha kata qurrota a’yun. Dengan kata qurrota a’yun yang masih asli saya ambilkan dari bahasa al-quran ini membuat saya ingin berfikir untuk menunjukkan konsep  Al-quran bahwa ternyata anak-anak kita itu bisa kita persiapkan menjadi anak yang qurrota a’yun. Nah Melalui khutbah jumat ini saya ingin menjelaskan pengertian qurrata a’yun menurut beberapa ahli tafsir.
1.    Menurut tafsir ibnu katsir : qurrota a’yun artinya adalah anak yang taat dan patuh kepada Allah swt
2.    Menurut tafsir Ibnu Abbas: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan pandangan mata baik ketika didunia maupun diakhirot.
3.    Dan menurut tafsir Hasan Al-Bashri: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan hati karena taat dan patuh kepada Allah swt. Dari ketiga pengertian yang telah diberikan oleh para ahli tafsir tersebut diatas maka disini saya secara pribadi dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan qurrata a’yun adalah anak yang bisa menjadi penyejuk hati atau permata hati bagi kedua orang tuanya. Kalau begitu berarti qurrota a’yun itu anak yang menyenangkan hati bagi kedua orang tuanya dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya Saya membaca buku orang pintar. Pada dasarnya semua orang itu ingin memiliki anak yang qurrota a’yun dalam sebuah keluarga. Untuk mendapatkan anak yang qurrota ‘yun itu diibaratkan seperti membangun sebuah bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat itu tentu saja akan dimulai dengan membuat kerangka pondasi yang sangat kokoh yang nantinya mampu menopang bagian bangunan yang ada diatasnya. Demikian pula anak yang qurrota a’yun itu harus memiliki pondasi pendidikan agama yang sangat kuat dan kokoh ketika masih usia dini. Mengapa demikian? karena hal itu akan menjadi dasar dan penopang bagi perkembangan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Dari paparan khutbah yang seperti ini maka jelas bagi kita orang tua bahwa anak yang qurrota a’yun itu proses awalnya adalah dimulai dengan memberi  pondasi pendidikan agama yang kuwat bagi anak sejak usia dini sebab kalau tidak maka bangunan bertingkat itu akan roboh karena pondasinya kurang kuwat. Berarti anak sejak usia dini apabila tidak diberi pendidikan agama yang kuat itu sama dengan kita orang tua tidak mempersiapkan anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. Sebaliknya jika anak-anak kita sejak usia dini sudah kita beri pendidikan agama yang kuwat maka itu artinya sama dengan kita orang tua sudah mempersiapkan anak-anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. Berarti supaya anak-anak kita itu bisa menjadi qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama sejak usia dini sebagai pondasi untuk pedoman segala pijakan dalam hidup dan kehidupanya. Terkait dengan anak yang qurrota a’yun saya sempat mengadakan surve dan mengadakan penelitian terhadap orang tua yang memiliki anak yang cerdas pintar sukses berprestasi unggul dan selalu juara dalam olympiade suatu mata pelajaran. Saya menjadi cemburu dan selalu ingin tau apa yang diperbuat oleh orang tua sehingga mempunyai anak yang menyenangkan hati yang dalam bahasa al-qur’an disebut dengan istilah qurrota a’yun. Maka orang tua tersebut menjawab atas pertanyaan saya dengan jawaban sebagai berikut: alaikum bil jamaati waqiroatil qur’an. Artinya sampean harus rajin sholat berjamaah dan harus rajin membaca al-qur’an. Maka saya coba terapkan dua teori ini yaitu rajin sholat berjamaah dan rajin membaca al-qur’an dalam upaya untuk mendapatkan atau mempunyai anak yang qurrota a’yun. Walhasil Alhamdulillah apa yang saya harapkan telah menjelma sebuah kenyataan yaitu lahirnya anak yang qurrota a’yun dalam sebuah rumah tangga.
Kesimpulan khutbah saya: untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak anak kita agar supaya bisa menjadi anak yang qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama yang kuwat sejak usia dini karena pendidikan agama sejak usia dini itu dianggap sebagai pondasi dalam sebuah bangunan bertingkat. Jika pondasinya kuwat maka bangunan itu aka berdiri kokoh tapi jika tidak kuwat maka akan mudah runtuh dan mudah roboh. Maka jangan salah kita orang tua menyalurkan dan mendaftarkan pendidikan bagi anak-anaknya.sebab kalau salah mungkin saja anak kita bisa pintar tapi tidak bisa menjadi anak yang qurrota a’yun. Itulah bahasa alquran yang saya jabarkan dalam uraian khutbah khutbah ini semoga ada guna dan faedah.