Mempersiapkan anak menjadi qurrota a’yun
tûïÏ%©!$#ur cqä9qà)t $oYu ó=yd $oYs9 ô`ÏB $uZÅ_ºurør& $oYÏG»Íhèur no§è% &úãüôãr& $oYù=yèô_$#ur úüÉ)FßJù=Ï9 $·B$tBÎ)
Dan orang orang yang
berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa.(al-furqon:74)
Kata
kunci yang saya ambil dari ayat ini sebagai materi khutbah saya adalaha kata
qurrota a’yun. Dengan kata qurrota a’yun yang masih asli saya ambilkan dari bahasa
al-quran ini membuat saya ingin berfikir untuk menunjukkan konsep Al-quran bahwa ternyata anak-anak kita itu
bisa kita persiapkan menjadi anak yang qurrota a’yun. Nah Melalui khutbah jumat ini saya
ingin menjelaskan pengertian qurrata a’yun menurut beberapa ahli tafsir.
1. Menurut
tafsir ibnu katsir : qurrota a’yun artinya
adalah anak yang taat dan patuh kepada Allah swt
2. Menurut
tafsir Ibnu Abbas: qurrota a’yun artinya adalah
anak yang menyenangkan pandangan mata baik ketika didunia maupun diakhirot.
3. Dan
menurut tafsir Hasan Al-Bashri:
qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan hati karena taat dan patuh kepada
Allah swt. Dari ketiga pengertian yang telah diberikan oleh para ahli tafsir
tersebut diatas maka disini saya secara pribadi dapat mengambil kesimpulan
bahwa yang dimaksud dengan qurrata a’yun adalah anak yang bisa menjadi penyejuk
hati atau permata hati bagi kedua orang tuanya. Kalau begitu berarti qurrota
a’yun itu anak yang menyenangkan hati bagi kedua orang tuanya dalam sebuah
kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya Saya membaca buku orang pintar. Pada
dasarnya semua orang itu ingin memiliki anak yang qurrota a’yun dalam sebuah
keluarga. Untuk mendapatkan anak yang qurrota ‘yun itu diibaratkan seperti
membangun sebuah bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat itu tentu saja akan
dimulai dengan membuat kerangka pondasi yang sangat kokoh yang nantinya mampu
menopang bagian bangunan yang ada diatasnya. Demikian pula anak yang qurrota
a’yun itu harus memiliki pondasi pendidikan agama yang sangat kuat dan kokoh
ketika masih usia dini. Mengapa demikian? karena hal itu akan menjadi dasar dan
penopang bagi perkembangan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Dari
paparan khutbah yang seperti ini maka jelas bagi kita orang tua bahwa anak yang
qurrota a’yun itu proses awalnya adalah dimulai dengan memberi pondasi pendidikan agama yang kuwat bagi anak
sejak usia dini sebab kalau tidak maka bangunan bertingkat itu akan roboh
karena pondasinya kurang kuwat. Berarti anak sejak usia dini apabila tidak
diberi pendidikan agama yang kuat itu sama dengan kita orang tua tidak
mempersiapkan anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. Sebaliknya jika
anak-anak kita sejak usia dini sudah kita beri pendidikan agama yang kuwat maka
itu artinya sama dengan kita orang tua sudah mempersiapkan anak-anaknya menjadi
anak yang qurrota a’yun. Berarti supaya anak-anak kita itu bisa menjadi qurrota
a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama sejak usia dini sebagai
pondasi untuk pedoman segala pijakan dalam hidup dan kehidupanya. Terkait
dengan anak yang qurrota a’yun saya sempat mengadakan surve dan mengadakan penelitian
terhadap orang tua yang memiliki anak yang cerdas pintar sukses berprestasi
unggul dan selalu juara dalam olympiade suatu mata pelajaran. Saya menjadi
cemburu dan selalu ingin tau apa yang diperbuat oleh orang tua sehingga mempunyai
anak yang menyenangkan hati yang dalam bahasa al-qur’an disebut dengan istilah
qurrota a’yun. Maka orang tua tersebut menjawab atas pertanyaan saya dengan
jawaban sebagai berikut: alaikum bil jamaati waqiroatil qur’an. Artinya sampean
harus rajin sholat berjamaah dan harus rajin membaca al-qur’an. Maka saya coba
terapkan dua teori ini yaitu rajin sholat berjamaah dan rajin membaca al-qur’an
dalam upaya untuk mendapatkan atau mempunyai anak yang qurrota a’yun. Walhasil
Alhamdulillah apa yang saya harapkan telah menjelma sebuah kenyataan yaitu
lahirnya anak yang qurrota a’yun dalam sebuah rumah tangga.
Kesimpulan khutbah saya: untuk mempersiapkan dan
mengantarkan anak anak kita agar supaya bisa menjadi anak yang qurrota a’yun
maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama yang kuwat sejak usia dini
karena pendidikan agama sejak usia dini itu dianggap sebagai pondasi dalam
sebuah bangunan bertingkat. Jika pondasinya kuwat maka bangunan itu aka berdiri
kokoh tapi jika tidak kuwat maka akan mudah runtuh dan mudah roboh. Maka jangan
salah kita orang tua menyalurkan dan mendaftarkan pendidikan bagi
anak-anaknya.sebab kalau salah mungkin saja anak kita bisa pintar tapi tidak
bisa menjadi anak yang qurrota a’yun. Itulah bahasa alquran yang saya jabarkan
dalam uraian khutbah khutbah ini semoga ada guna dan faedah.