Photobucket

Sunday, May 13, 2012

Mempersiapkan anak menjadi qurrota a’yun


والذين يقولوان ربّنا هب لنا من أزواجنا وذرّيتنا قرّة أعين واجعلنا للمتفين إماما
 
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(al-furqon:74)
Kata kunci yang saya ambil dari ayat ini sebagai materi khutbah saya adalaha kata qurrota a’yun. Dengan kata qurrota a’yun yang masih asli saya ambilkan dari al-quran ini membuat saya ingin berfikir untuk menunjukkan konsep  Al-quran bahwa ternyata anak-anak kita itu bisa kita persiapkan menjadi anak yang qurrota a’yun. Nah Melalui khutbah jumat ini saya ingin menjelaskan pengertian qurrata a’yun menurut beberapa ahli tafsir.
1.    Menurut ibnu katsir : qurrota a’yun artinya adalah anak yang taat dan patuh kepada Allah swt.
2.    Menurut Ibnu Abbas: qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan pandangan mata didunia dan akhirot.
3.    Dan menurut Hasan Al-Bashri qurrota a’yun artinya adalah anak yang menyenangkan hati karena taat kepada Allah swt. Dari ketiga pengertian yang telah diberikan oleh para ahli tafsir tersebut diatas maka disini saya secara pribadi dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan qurrata a’yun adalah anak yang bisa menjadi penyejuk hati atau permata hati bagi kedua orang tuanya. Kalau begitu berarti qurrota a’yun itu anak yang menyenangkan hati bagi kedua orang tuanya dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya Saya membaca buku orang pintar. Pada dasarnya semua orang itu ingin memiliki anak yang qurrota a’yun dalam sebuah keluarga. Untuk mendapatkan anak yang qurrota ‘yun itu diibaratkan seperti membangun sebuah bangunan bertingkat. Bangunan bertingkat itu tentu saja akan dimulai dengan membuat kerangka pondasi yang sangat kokoh yang nantinya mampu menopang bagian bangunan yang ada diatasnya. Demikian pula anak yang qurrota a’yun itu harus memiliki pondasi pendidikan agama yang sangat kuat dan kokoh ketika masih usia dini. Mengapa demikian? karena hal itu akan menjadi dasar dan penopang bagi perkembangan anak untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
Dari paparan khutbah yang seperti ini maka jelas bagi kita orang tua bahwa anak yang qurrota a’yun itu proses awalnya adalah dengan memberi  pondasi pendidikan agama yang kuwat bagi anak sejak usia dini sebab kalau tidak maka bangunan bertingkat itu akan roboh karena pondasinya kurang kuwat. Berarti anak sejak usia dini apabila tidak diberi pendidikan agama yang kuat itu sama dengan kita orang tua tidak mempersiapkan anaknya menjadi anak yang qurrota a’yun. 
Terkait dengan qurrota a’yun ada seorang ibu dari Jombang menelpon pengajian agama di TVRI. Ustadz anak saya tidak diterima disekolah favorit maksudnya tidak diterima di sekolah negeri akhirnya saya sekolahkan dipondok tapi dipondok pelajaran umumnya cumak sedikit apa anak saya nanti bisa mengerjakan soal ujian nasional? Ustadz menjawab: bu aku dewe biyen iku yo sekolah dek pondok, nyatane aku yo lulus ujian nasional. Nyatane aku saiki yo lulus s1 s2 s3. Nyatane aku saiki yo iso ngulang, iso dadi dosen yo iso dadi uwong koyok uwong malah dicontokno,bu  gusdur iku yo lulusan pondok  nyatane yo iso dadi president.
Kesimpulan khutbah saya: untuk mempersiapkan dan mengantarkan anak anak kita agar supaya bisa menjadi anak yang qurrota a’yun maka prosesnya adalah melalui pendidikan agama yang kuwat sejak usia dini karena pendidikan agama sejak usia dini itu dianggap sebagai pondasi dalam sebuah bangunan bertingkat. Jika pondasinya kuwat maka bangunan itu aka berdiri kokoh tapi jika tidak kuwat maka akan akan runtuh. Maka jangan salah kita orang tua menyalurkan dan mendaftarkan pendidikan bagi anak-anaknya.sebab kalau salah mungkin saja bisa pintar tapi tidak bisa menjadi anak yang qurrota a’yun. Itulah bahasa alquran yang saya jabarkan dalam uraian khutbah semoga ada guna dan faedah.

No comments:

Post a Comment